𝒢𝓊𝓇𝓊 𝑀𝑒𝓇𝒹𝑒𝓀𝒶 𝑀𝑒𝓃𝑔𝒶𝒿𝒶𝓇 𝐵𝑒𝓇𝒶𝓃𝒾 𝐵𝑒𝓇𝓉𝒶𝓃𝓎𝒶: 𝒜𝓅𝒶 𝓎𝒶𝓃𝑔 𝒫𝑒𝓇𝓁𝓊 𝒮𝒶𝓎𝒶 𝒫𝑒𝓇𝒷𝒶𝒾𝓀𝒾 𝒹𝒾 𝒦𝑒𝓁𝒶𝓈 𝒮𝒶𝓎𝒶?

 Ulasan Artikel (Teks Persuasif)

Oleh : Elena Damayanti Sihotang 


A. Identitas Artikel 

Judul artikel : Guru Merdeka Mengejar Berani Bertanya: Apa yang Perlu Saya Perbaiki di Kelas Saya?

Penulis : Erlina Anriani Siahaan 

Waktu terbit : 15 April 2023 


B. Ringkasan Artikel 

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 pasal 8, mengatakan ada 4 kompetensi yang harus dimiliki guru, yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi pedagodik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Bertanya dan mendengarkan adalah kemampuan yang mendukung guru dalam menghidupkan keempat kompetensi tersebut. Tanpa bertanya dan mendengarkan, guru tidak akan mampu memahami murid secara mendalam. Pemahaman akan kondisi latar belakang murid, kebutuhan belajar apa yang tepat, pembelajaran apa yang harus menjadi pilihan, serta aktualisasi potensi murid yang memerlukan komunikasi one-in-one atapun dalam grup—yang selalu bermula dan berlangsung dalam lingkup komunikasi aktif dan menyenangkan.

Pembelajaran dalam ruang kelas juga merupakan interaksi coaching di mana guru sebagai coach dan murid sebagai coachee. Guru sebagai coach diharapkan terpercaya dan menciptakan suasana trust (dapat dipercaya coachee/murid). Dengan belbagai situasi dan kondisi apa pun yang dicerminkan murid, guru diharapkan mampu menumbuhkan murid yang memiliki growth mindset dan motivasi dari dalam diri, mendidik anak tanpa memarahi, tanpa melarang, tanpa menyuruh, dan tanpa menasihati.

Sangat klise jika kita mengatakan dunia pendidikan kekurangan inovasi. Sebaliknya, yang sulit justru konsistensi dalam menjalankan inovasi tersebut. Berbicara tentang konsistensi, tentu ini berkaitan dengan komitmen pengimplementasian dengan terus melakukan perbaikan seiring prosesnya dan terus berefleksi dalam menunjukkan hasil jangka panjang bagi murid.

Guru sebagai coach juga sebagai pemimpin pembelajaran, harus mampu memberikan yang terbaik sesuai dengan kebutuhan belajar murid yang tentu saja tidak sama satu sama lain. Refleksi menjadi salah satu babak yang penting dalam menciptakan kelas yang berpihak kepada murid. Berpihak kepada murid, artinya pembelajaran berlangsung tidak semata berpusat kepada murid, tetapi juga benar-benar menciptakan suasana menyenangkan bagi murid. Refleksi akan sangat tidak fair jika hanya ditujukan kepada murid.

Refleksi akan sangat efektif jika benar-benar mampu menjembatani seluruh entitas yang terpaut dalam pembelajaran. Tidak semata kondisi murid, tetapi juga guru sebagai coach atau sebagai pemimpin pembelajaran.

Ki Hajar Dewantara sebagai pesohor pendidikan Indonesia mengatakan pendidikan sebagai rangkaian proses untuk memanusiakan manusia didasarkan pada asas kemerdekaan dengan memakai istilah among. Yang memiliki arti murid harus memiliki jiwa merdeka dalam artian merdeka secara lahir dan batin. Yakni melarang adanya hukuman dan paksaan terhadap murid karena akan mematikan jiwa dan kreativitasnya.

Pendidikan bagaimanapun menautkan dirinya erat dengan guru. Pendidikan akan berhenti ketika guru tidak mau belajar, tidak lentur menghadapi perubahan yang diusung dinamika pendidikan, dan tidak mau menjadi kolaborator. Padahal, mengacu pada axiomata Plato, seorang guru harus menerima bahwa sejak semula ia adalah orang pilihan dan berdaya. Guru bukanlah pemain politik meski ia juga berkelindan dalam politik itu sendiri. Pendidikan adalah pengamongan jiwa-jiwa. Pendidikan adalah penggilan menerangi negeri. Masyarakat dan orang tua harus membersamai pergerakannya demi pertumbuhan murid yang jauh melampaui ruang-ruang kelas.


C. Kelebihan dan Kekurangan Artikel

Sesungguhnya tidak ada yang sempurna di dunia ini. Semua yang berkedudukan di dunia ini pasti memiliki kekurangan. Tetapi dengan itu bukan berarti tidak punya kelebihan. Kodrat isi bumi memang demikian. Saya akan membahas kelebihan dan Kekurangan dari artikel ini. 


1. Kelebihan

Artikel ini sangat informatif, karena memberikan pengetahuan kepada pembaca. Artikel ini dengan jelas mengungkapkan tujuan penulisan nya yaitu untuk menginformasikan apa saja yang di butuhkan guru untuk menciptakan suasana kelas yang baik dan peran guru dalam menciptakan suasana tersebut. Artikel ini memberikan informasi tanpa berbelit-belit dan juga dilengkapi dengan sumber atau referensi yang jelas. Penulis tidak hanya mengambil Kutipan dari buku, tetapi juga dari pidato para guru dan nara sumber lainnya. Bahasa dalam artikel ini pun cukup mudah untuk dimengerti. Dan juga mengunggah rasa untuk membaca.

2. Kekurangan 

Kekurangan dari artikel ini adalah sang penulis artikel tidak menyertakan terjemahan dari kutipan bahasa asing yang dilampirkan, sehingga cukup sulit bagi orang yang kurang dalam berbahasa Inggris untuk memahami. 


D. Kesimpulan dan Saran 

Kesimpulan yang dapat diambil dari ulasan di atas adalah artikel ini merupakan salah satu artikel yang dapat membantu seorang guru untuk menjalankan tugasnya sebagai guru, tidak hanya sebagai pengajar tetapi juga sebagai mampu membantu keaktifan peserta didik. Saran untuk artikel ini sebaiknya penulis menyertakan terjemahan dari bahasa asing yang penulis kutip untuk mempermudah pembaca dalam memahami isi artikel.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

𝐵𝒶𝒹𝒶𝒾, 𝐿𝓊𝓀𝒶, 𝒹𝒶𝓃 𝒮𝑒𝓈𝑒𝑜𝓇𝒶𝓃𝑔 𝓎𝒶𝓃𝑔 𝑀𝑒𝓃𝑒𝓂𝒶𝓃𝒾 ◡̈

𝒦𝒶𝓂𝒶𝓇 𝓉𝒾𝒹𝓊𝓇𝓀𝓊 🐳 ⋆

𝕄𝕒𝕒𝕗𝕚𝕟 𝕤𝕚𝕒𝕡𝕒𝕡𝕦𝕟 ❤️‍🩹