𝐵𝒶𝒹𝒶𝒾, 𝐿𝓊𝓀𝒶, 𝒹𝒶𝓃 𝒮𝑒𝓈𝑒𝑜𝓇𝒶𝓃𝑔 𝓎𝒶𝓃𝑔 𝑀𝑒𝓃𝑒𝓂𝒶𝓃𝒾 ◡̈
Badai, Luka, dan Seseorang yang Menemani Tahun lalu seperti badai yang tak henti-hentinya mengguncang hidupku. Ada masa ketika aku merasa terseret arus, jatuh berkali-kali, dan kesulitan untuk bangkit. Malam-malam terasa panjang dan sunyi, hati dipenuhi pertanyaan yang tak kunjung menemukan jawaban. Semua rasa sakit dan kecewa itu kadang membuatku ingin menyerah. Aku sering merasa keberadaanku dianggap biasa saja, mudah diabaikan, seolah hanya dicari ketika tak ada pilihan lain. Tubuhku pun sering sakit, lelah yang kurasakan bukan sekadar fisik, melainkan kelelahan yang seakan ikut menanggung beban hatiku. Dan hatiku pernah ternoda oleh luka yang ditinggalkan seseorang, kata-kata dan perbuatan yang menoreh diam dalam dadaku, seperti hujan deras yang tak kunjung reda, membasahi setiap harapan. Disaat yang sama, perkuliahan yang melelahkan dan tekanan skripsi yang menumpuk membuatku merasa terhimpit, seakan setiap langkah maju selalu diiringi beban yang t...